Cerita Dewasa Jual Mobil Bonus ML

Video Rate:
3 / 5 ( 17votes )
6823 views

doyanpisang21.fun Cerita Dewasa Jual Mobil Bonus ML,kesempatan ini bercerita pengalaman Seks dari seseorang pemuda yang bekerja sebagai Sales Mobil Elegan, dia Bernama Deni. Mujur sekali nasib Deni, terkecuali dia dapat jual unit mobil elegan, dia juga memperoleh bonus ML dari istri konsumen unit mobil mewahnya. Ingin tahu lanjutan ceritanya, Segera saja yuk baca serta simak baik baik narasi saat ini.

Cerita Dewasa Jual Mobil Bonus ML

Perkenalkan nama saya Febri, waktu itu saya baru berusisa 25 th.. Saya bakal bercerita narasi seks pribadi saya saat pertama kalinya saya bekerja sebagai sales satu dealer mobil elegan di Tangerang tepatnya di Serpong. Lantaran unit kendaraan saya termasuk di jual untuk kelompok ekonomi menengah keatas, jadi saya mengawali mencari customer di satu diantara perumahan elegan di Serpong.

Waktu itu kebetulan saya direferensikan oleh rekan saya, bila topiknya yang berprofesi sebagai pilot tengah mencari mobil elegan. Rekanku itu juga memberitahu tempat serta alamat calon konsumen mobil elegan itu. Sesudah saya tau alamatnya, tanpa ada menghabiskan waktu saya segera meluncur menuju rumah yang disebut itu. sebagian waktu lalu, sampailah saya dirumah itu.

Pagar tinggi berwarna abu-abu, san bangunan rumah yang luar umumnya mewahnya sekra ng sudah ada di hadapan saya, serta saya-pun selekasnya memarkir kendaraanku di depan tempat tinggalnya serta segera saja saya tekan bel tempat tinggalnya. Sesaaa lalu disambutlah saya dengan seekor anjing type herder,

“ Gukk… Gukkk… Gukkk… ”, nada anjing.

Waktu itu nyali saya pernah ciut juga nyaliku.

Lalu tidak berapakah lama lalu keluar seseorang ayah memanggil berteriak…

“ Simon… Simon… Mari sini masuk… ”, ucapnya.

Wah keren banget nama si anjing ini. Saya jadi inget temanku di kantor yang bernama Simon, untungnya dia tidak saya ajak kesini. Jika saya ajak bisa- dapat dia geram sama yang miliki anjing, wkwkwk…

“ Minta maaf Mas, ada kepentingan apa serta menginginkan mencari siapa Mas? ”, bertanya seseorang lelaki agak tua yang menjada melindungi rumah.

“ Saya menginginkan berjumpa Pak akbar, Pak Akbarnya ada Pak??? ”, bertanya saya.

“ Ada pak, beliau ada didalam, mari silakan masuk Mas”, ucapnya sembari buka gerbang rumah.

Lalu saya-pun masuk serta duduk di teras rumah. Tidak berapakah lama lalu datanglah seseorang ayah yang sangka – sangka usianya 36 th. keluar serta menemuiku,

“ Akbar ”, ucapnya sembali menjulurkan tangan untuk menyalamiku,

“ Say Febri Pak, jadi gini pak, saya ingin tawarkan mobil BMW seri… ”, ucapku.

Belum usai saya bicara, perbincangan saya telah dipotong,

“ Oh iya dek saya telah tau, saya tempo hari telah ditelepon Shela ”, ucapnya.

Oh iya beberapa pembaca, Shela ini yaitu rekan satu kantor saya.

“ Ohhh demikian ya pak ya, yasudah bila demikian Pak. Oh iya ini brosurnya pak serta ayah seilahkan lihat – saksikan spesifikasinya ”, ucap saya.

Lalu Pak Akbar terima brosurku serta membacanya sepintas,

“ Begini Dek Febri, sayakan bakal ke Amerika sepanjang 10 hari, untuk masalah serta kelanjutnya dikerjakan dengan istri saya ya dek, kelak agar istri saya yang ke showroom ”, ucapnya menjelaskan pada saya.

Setelah itu Pak Akbar memanggil istrinya,

“ Nit, sini bentar deh sayang… ”, ucapnya memanggil istrinya.

Wah, mesra banget nih pak Akbar. Selang beberapa saat seseorang wanita datang.

“ Ini loh sayang, akukan telah janji sama anda bila saya bakal kasih hadiah ultah ke anda, nah Dek Febri ini salaes yang dari showroom, kelak anda yang urus semua yah, sepanjang Papah ke Amerika. ”, Kata pak Akbar pada istrinya.

“ Iya pah terima kasih ya Pah ”, ucapnya pada suaminya.

Lalu Bu nita ini mengulurkan tangannya ke arahku untuk bersalaman,

“ Saya Nita… ”, ucapnya.

“ Oh iya Bu, saya Febri ”, balasku sambil bersalaman.

Waktu itu merasa halus sekali tangannya. Sebagai deskripsi, Nita istri pak Akbar ini tingginya sekitaran 163 an, berbody sexy, rambut hitam terurai, muka cantik serupa menggemaskan, umur kurang lebih sekitaran 33 th., serta memiliki bila saya tafsirkan Bu Nita ini memiliki ukuran Bra sekitaran 34 B. lanjut,

“ Yasudah bila demikian Bu, besok ibu saya persilahkan ke showroom kami ”, tutur saya sembari menyerahkan kartu nama saya.

Sambung saya,

“ Serta saya saya ingin permisi dahulu Pak, terima kasih terlebih dulu sudah memercayakan pembelian mobil elegan pada saya, besok ibu saya tunggulah di showroom ya Bu, ”, tutur saya sembari mejabat tangan pak Akbar serta berpamitan.

Kemudiaan sayapun bergegas meluncur kembali mencari prospek yang lain. Sepanjang dalam perjalanan pulang saya terbayang -bayang senantiasa muka bu Nita yang cantik, bodynya yang sexy itu. Singkat narasi hari-pun bertukar, serta handphone saya-pun berdering,

“ Kring… Kring… Kring… “, bunyi Handphone saya-pun bangunkanku tidurku.

Ketiaka terbangun, saya lihat jam telah memberikan jam 7pagi,

“ Hallo selamat pagi, benar ini dengan Mas Febri? “ terdengar nada wanita di handphone saya.

“ Iya benar, ini saya Fevri ”, tutur saya.

“ Mas Febri, ini Nita yang ingin ke showroom ayah, kelak saya sekitaran jam 11 siang saya ke sana Mas ”, terdengar nada Bu nita.

“ Iya Bu saya tunggulah kedatnagannya ”, jawabku kegirangan.

“ Eummm, minta maaf sbelumnya Mas, kebetulan sopir saya lagi pulang kampung, serta Pak Akbar telah ke Amerika tadi pagi, dapatkah ayah ke sini, sekali lagi Maaf ya Mas, Itu bila tak menganggu Mas ”, ucapnya.

“ Wah bener juga, nanti jika mobilnya segera dibawa siapa yang nyetir yah? ”, fikirku.
“ Siap deh bu, saya selekasnya kesana “ jawabku.
“ Terima kasih Mas, saya tunggulah yah, bye “ ucapnya.Lalu telpon ditutup. Wah pucuk dicinta ulam tiba. Sayapun selekasnya mandi serta membawa kijangku menuju rumah bu Nita. Tidak usah berpanjang lebar, sekian waktu kemudia selanjutnya saya tiba di rumah Bu nita, serta mulai mengantar bu Nita menuju showrom. Di dalam mobil kami berbincang-bincang,

“ Pak Febri telah nikah? ”, tanyanya membelah kebisuan.
“ Belum bu, Ibu telah berapakah lama nikah sama Pak Akbar? Bertanya saya.
“ Ooo… belum toh, telah 5 th. ini nikah sama Pak Akbar “ ucapnya.
“ Ohh… Ibu telah karuniai buah hati berapakah Bu? “ bertanya saya.

Waktu itu Bu Nita sesaat terdiam sebentar.

“ Belum miliki Dek, habisnya ayah kerap ke luar negri sih ”, ucapnya.

Wah kasihan bu Nita ini, telah lama nikah belum miliki anak juga, kerap ditinggal pergi tentu kesepian, fikiranku telah mulai ngeres. Selang beberapa saat sampailah ke showroom, serta bu Nita jadi beli mobil itu. 2 hari lalu, sore hari waktu saya pulang kantor, telpon berbunyi,

“ Selamat sore dik Febri, dapat kesini sebentar? Saya ingin bertanya surat- surat mobil yang kemaren ”, ucapnya. ”,

“ Memanglah mengapa bu? ”, jawabku.

“ Yah ke sini bentar saja Dek, ibu tunggulah loh ”, ucapnya.

“ Baik bu “ jawabku singkat.

Sayapun segera meluncur ke rumah bu Nita. Hingga di depan rumah pagar telah terbuka, serta mobilku dimintanya dimasukkan kedalam saja, ucapnya banyak pencurian mobil belakangan ini. Bu Nita menyilahkan saya masuk serta tutup pintu depan. Kondisi sepi waktu itu, kelihatannya tak ada orang lagi dirumah itu. Lalu bu Nita duduk di depanku. Dia kenakan T- shirt, serta celana pendek.

Hari itu terlihat begitu cantik sekali Bu nita serta badannya-pun harum serta terlihat montok,

“ Ini loh dik, Ini dahulu pernah ubah warna yah mobilnya…? ”, ucapnya sembari merundukkan tubuh.

Lantaran Kaos-nyanya longgar, terlihat sepasang payudara yang menggantung, membuatku jadi tak konsentrasi dengan pertanyaannya Bu Nita,

“ E.. I.. iya bu… tadi Ibu bicara apa? ”, tutur saya tergagap gara – gara lihat sepasang payudara Bu Nita.

“ Wah di Febri mengapa? ini loh dik, mobil ini pernah ubah cat yah? ”, tanyanya mengulangi sembari tersenyum simpul.

“ Oh. iya bu, ini kebetulan dahulu miliki rekan saya, memanglah pernah dicat lagi, soalnya dia type orang yang bosanan ”, tutur saya.

“ Ohh… gitu yah… ”, ucapnya sembari manggut-mangut.

“ Dik Febri, sebenernya ibu hanya ingin ngajak di Febri kesini saja kok ngakk keberatan kan nemenin ibu. ”, ucapnya.

Wah semakin menghadap nih bu Nita,

“ Tidak bu… ”, sembari menahan nafas.

Lalu bu Nita duduk di sampingku serta meremas tanganku,

“ Panggil saja Nita… Febri miliki pacar? ”, tanyanya sembari memegang pundakku.

Wah semakin panas nih, fikirku,

“ Telah, namun baru saja putus ”, tutur saya sekenanya.

Lalu kuberanikan meremas tangannya kembali,

“ Nita kesepian yah ditingal Pak Akbar, memang telah berapakah hari tidak gituan ”, bertanya saya nekat.

“ Ah… anda nakal deh Dek Febri, telah satu bulan ini saya tidak begituan ”, ucapnya sembari tersenyum genit serta memegang paha saya.

Wah semakin nekat nih, fikirku. Janganlah ditinggalkan peluang ini bleh, terdengar nada setan yang sudah membelenggu diriku. Segera kucium bibir Nita, saya lilit-lilit lidahnya dengan lidahku. Kelihatannya diapun menyeimbangi permainan lidahku di mulutnya. Lalu saya mulai saya raba-raba payudaranya dari permukaan Kaos-nya yang dipakainya,

“ Feb… geser ke kamar saja yookk ”, ajaknya.

Kamipun geser ke kamar. Luas sekali kamarnya, ukurannya 5×5 mtr.. Ada springbed, home theatre, serta kamar mandinya. Sayapun telah tidak tahan lagi untuk mengeksplorasi tiap-tiap jengkal badan Nita. kubuka Kaos-nya yang dipakainya, segera saya kulum serta jilatin putingnya yang telah mengeras,

“ Eummm… mmmmm… Sssss… Aghhhh… Eghhhh… ”, cuma desahan-desahan itu yang kudengar dari mulut Nita.

Lalu saya mulai ciumin lehernya yang tahap, tanpa ada meninggalkan sejengkal juga. Saya jilatin lagi putingnya sembari meremas pelan-pelan tiap-tiap pojok sudut payudaranya. Sembari dia berdiri saya jilatin pusernya. Nitapun terlihat mulai tidak tahan lagi, dia pegangi rambutku sembari mendesah – desah tidak karuan. Lalu saya rebahkan dia di springbed,

“ Anda buas banget deh Feb, Aghhh… ”, ucapnya sembari tersenyum genit.

Lalu saya angkat kakinya ke atas, saya jilatin jari – jari kakinya yang halus serta bersih, saya jilatin betisnya, sembari meraba – raba pahanya. Betisnya begitu halus serta tertangani, begitu juga dengan pahanya. Lalu saya buka celana pendeknya, serta kangkangin kakinya membentukk huruf V. Wah nyatanya dia tidak pakai celana dalam. Sepertinya memanglah telah persiapan buat ML.

Lalu saya jilatin jembutnya yang tidak tebal serta rapi menghiasi kemaluannya,

“ Ughhh…. Ssss… Feb… eummm… Aghhhhh… ”, cuma itu yang keluar dari mulut Nita saat kujilati Vagina-nya.

Lalu saya jilatin bibir Vagina-nya atas bawah bertukaran dengan pelan serta tentu. Tidak kusisakan sejengkalpun untuk mengeksplorasi bibir Vagina-nya,

“ Oughhhh… Eummm….. Aghhhh… Feb … yeahhh… Sss… Aghhh… ”, cuma itu yang berkali kali terdengar dari mulut Nita.

Saya jilatin klitoris-nya sembari saya lilit dengan lidahku keras-keras,

“ Aghhh… Febbb… laggiii… Eummm… Oughhh Feb… Ssss… Aghhhh… ”, semakin ngak terang desahannya.

Saya selalu jilatin klitoris-nya, saya masukkin jariku kedalam Vagina-nya serta saya keluar masukkin, sembari selalu menjilatin klitoris-nya,

“ Aghhh… Eummm… Oughhh… Febb… kammu. apakanVaginaku… Aghhh ”, ucapnya sembari mendesah desah tidak karuan serta menggoyang goyangkan pinggulnya kiri kanan.

Lantas saya lebih intensifkan jilatanku serta diapun mulai memegang – megang kepalsaya serta pada akhirnya,

“ Aghhh… Feb… akkkuu ingin keluar nih… Aghhhhh… ”, ucapnya sembari membenam- benamkan muksaya ke Vagina-nya.

Merasa cairan membasahi lidahku. serta lalu dia bangun dari posisinya dengan muka berkucuran keringat. Serta payudaranya juga mengkilap basah oleh keringat, membuatku semakin terangsang,

“ Febri anda hebat belum pernah saya rasakan seperti ini ”, ucapnya sembari memelukku.

Lalu waktu itu saya hentikan jilatan saya,

“ Saat ini kita ML yuk nita, anda yang ditas yah ”, ucap saya.

“ Okey Febri sayang, sekrang giliran saya memuaskan anda ”, ucapnya sambil memposisikan badannya di atas saya.
Saat ini posisi kami memakai style seks WOT (women on top). Lantaran waktu itu Liang Vagina Nita telah basah dengan lendir kawinya, jadi dia segera memasukan kejantanan saya dengan mudahnya,

“ Zlebbbbbbbb…”,

“ Oughhhh… Eummmm… sangat nikmat memek anda sayang… Aghhh… ”, desah saya nikmat.

Tanpa ada menjawab, nita-pun waktu itu menggoyangkan pinggulnya di atas badan saya dengan lincahnya. Berwal dari perlahan-lahan sampai cepat sekali gerakanya,

“ Plakkk… Plakkk… Plakkk…, Oughhh… Aghhh… Yeahh… ”, desah kami ber iringan.

Lantaran waktu itu saya sangatlah horny sekali, sekitaran 15 menit nita menggoyangkan pinggulnya, mendadak merasa ada yang menekan dari dalam kejantanku,

“ Oughhh Nit, kelihatannya sebentar lagi saya bakal keluar… Ssss… Aghhh… ” ucap saya.

“ Saya juga nih sayang, kita keluarin bareng yah, Ssss… Aghhh… ”, ucap Nita.

Kemudian Nita-pun semakin hilang ingatan mengoyang kejantananku dengan liarnya, serta 2 menit lalu,

“ Crotttt… Crotttt… Crotttt… Serrrrrrr….. ”,

Kamipun pada akhirnya nendapatkan orgasme dengan cara berbarengan, air maniku tersembur dalam liang Vagina nita. Lantaran waktu itu kami besetubuh dengan style WOT, makan pejuh sayapun meleleh serta mengalir ketubuh saya. Sungguh sangat nikmat skandal seks yang kami kerjakan, serta kemudian Nita beranjak dari atas badanku. Lalu kamipun tiduran sesaat untuk menghela bafas kami.

Dengan posisi berkeringat, berbalut pejuh, serta telanjang bulat. Sekitaran 10 menit kami tiduran, lalu kamipun bergegas kekamar mandi untuk membereskan diri. Sesudah usai membereskan diri mengingat hari itu yaitu hari jam kerja, jadi saya selekasnya bergegas berpamitan,

“ Nita sayang, saya kerja dahulu yah, Lovu u Nit, Emuuuachhh… ”, ucapku berpamitan sambil berikan kecupan pada bibrnya itu.
“ Terima kasih yah Febri, lain waktu kita kerjakan lagi yah, setiap saat di mana anda ada saat serta sepanjang suamiku tak ada, bey Febri sayang… emuuachhh… ”, ucapnya sambil berikan kecupan kecil pada saya.

Singkat narasi mulai sejak waktu itu kamipun kerap lakukan jalinan seks, serta tak tahu hingga kapan skandal kami bakal selesai. Jujur saja, saya type orang yang sulit untuk melepas apa yang sudah saya punyai, terlebih jalinan ini di temani dengan jalinan seks. Sepanjang masihlah nyaman serta aman saya bakal senantiasa lakukan hal semacam ini, kemungkinan serta konsekwensinya saya siap memikul. Usai.

Bagaimana beberapa Pembaca Serukan beberapa maniak sex, janganlah lupa ya!!! Senantiasa ikuti beberapa narasi dewasa di situs GALERIDEWASA.COM

Category: Cerita Dewasa Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Related video